Saturday, July 1, 2017

Pentingnya Pengembangan Kompetensi SDM di Rumah Sakit

SDM Rumah Sakit Berkualitas Demi Indonesia Sehat 2025

Pemerintah telah mencanangkan Visi Indonesia 2025 yaitu menjadi negara sehat pada tahun 2025. Namun pemerintah juga sepenuhnya menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) dirumah sakit masih menjadi suatu tantangan dalam mewujudkan visi yang dimaksud. Kita ketahui bersama bahwa SDM dirumah sakit yang dinyatakan memenuhi kualifikasi hanya 30-40% dari seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia.

Terbatasnya SDM ini bukan tanpa alasan, beberapa hal disebabkan oleh minimnya minat masyarakat yang melanjutkan sekolah ke program kesehatan baik dalam strata Diploma hingga Sarjana. Padahal peluang bekerja dan gaji yang diterima oleh para lulusan bidang kesehatan ini cukup tinggi dan memiliki persaingan yang cenderung kecil.

Baca Terkait Pengembangan SDM Indonesia Melalui Beasiswa.

Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan rujukan utama bagi masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan baik untuk pengobatan maupun untuk pemulihan kesehatannya. Sebagai pusat rujukan kesehatan utama, rumah sakit dituntut mampu memberikan pelayanan yang komprehensif bagi setiap pasiennya. Tapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik jika SDM didalamnya tidak memenuhi standar mutu?


Pengembangan SDM mutlak perlu diadakan untuk mengembangkan kompetensi dari karyawan yang ada atau hendak bergabung dengan bagian rumah sakit. Kompetensi ini mencakup pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), dan sikap/perilaku (attitude), ketika seseorang memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar mutu, maka dipastikan pelayanan rumah sakit tersebut maksimal. Pengembangan kompetensi SDM ini tidak terbentuk dengan otomatis, harus dikembangkan secara terencana sesuai dengan pengembangan usaha agar menjadi kekuatan untuk mendukung pencapaian tujuan yang ditetapkan pemerintah.

Di rumah sakit diperlukan karyawan yang selalu meningkatkan kompetensinya karena tehnologi, ilmu pengetahuan tentang pelayanan kesehatan berkembang sangat pesat dari waktu ke waktu. Adanya peralatan baru, metode perawatan yang berubah merupakan contoh betapa perlunya pengembangan kompetensi. Kegiatan pengembangan kompetensi ini antara lain dengan dilakukan pendidikan dan pelatihan, pemagangan di rumah sakit lain, rotasi, mutasi.

No comments:

Post a Comment

My Google+ Circle

Have To See & Subscribe